MEDIABERITAKITA.COM
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Yang terhormat Buya Prof. Hamdan Firmansyah, dengan segala kerendahan hati, perkenankan saya Dindin Supriadin, S.Pd.I, mahasiswa asal Kota Sukabumi.
Kesan Mendalam:
Buya Mengajarkan Bahwa Sejarah Bukan Kuburan, Tapi Cermin.
Sebelum kuliah bersama Buya Prof. Hamdan Firmansyah, Saya mengira Sejarah Peradaban Pemikiran Islam hanya deretan tahun, nama tokoh, dan kitab. Tapi Buya mengajarkan kami membaca sejarah sebagai ibrah. Ketika Buya mengurai bagaimana Imam Syafi’i menyusun Al-Umm di tengah benturan budaya Baghdad dan Mesir, atau bagaimana Ibnu Rusyd mempertahankan akal di tengah gelombang takfir, atau bahkan gelombang mazhab yang begitu besar, bahkan riaknya sampai kedalam suasana diskusi kita. kami sadar: pergulatan pemikiran itu belum selesai. Ia hidup di ruang sidang PA, di meja KUA, dan di meja kerja kami hari ini. Buya membuat kami tidak hanya tahu sejarah, tapi merasa menjadi bagian darinya.
Kelas Buya Adalah Ruang Dialog, Bukan Monolog.
Saya paling terkesan ketika Buya membuka diskusi: Apakah peradaban Islam hari ini sedang maju atau mundur? Buya tidak memaksa jawaban. Buya biarkan kami berdebat, lalu menutup dengan kalimat yang saya catat tebal: Peradaban tidak diukur dari menaranya, tapi dari akhlak pemikirnya. Sejak itu saya belajar, menjadi akademisi HKI bukan untuk menghakimi masa lalu, tapi untuk mengambil suluh bagi masa depan umat.
UTS Buya Menguji Nalar, Bukan Hafalan.
Soal UTS tentang relasi dan modernitas membuat kami begadang bukan untuk menghafal, tapi untuk merenung. Buya mendidik kami bahwa sarjana HKI tidak boleh taklid, tapi harus tabayyun dan ta’aqqul. Nilai UTS mungkin hanya angka, tapi value yang Buya tanamkan: Jadilah jembatan antara teks dan konteks, itu yang akan kami bawa seumur hidup.
Pesan & Harapan: Buya Prof. Hamdan Firmansyah, ilmu yang Buya titipkan membuat kami malu jika hanya menjadi penonton peradaban. Kami berjanji akan menjadikan khazanah pemikiran Al-Ghazali, Ibnu Khaldun dll, sebagai pisau bedah untuk mengurai carut-marut hukum hari ini dan menjadi peradaban baru di era digital yang begitu menantang.
Doakan kami Buya, agar kami istiqamah menjadi sanad yang hidup bagi peradaban Islam. Agar kelak saat kami mengajar atau memutuskan perkara, menetes semangat Buya di dalamnya: tegas dalam prinsip, lembut dalam cara. Jazakallahu khairan katsiran atas setiap tetes ilmu, setiap nasihat, dan setiap doa yang mungkin Buya bisikkan diam-diam untuk kami. Semoga Allah jaga Buya dan keluarga, panjangkan usia dalam keberkahan, dan kumpulkan kita kelak di majelis Rasulullah SAW. Akhirnya, izinkan saya menutup dengan satu kalimat yang Buya ajarkan: Sejarahlah yang akan menilai kita, bukan kita yang menilai sejarah.
Hormat takzim dari santri Buya, Dindin Supriadin, S.Pd.I, Magister Hukum Keluarga Islam INKHAS Kota Sukabumi. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bismillah Walhamdulillah Walaillahaillah Walahaulawalakuwwata Illabillah.
Nama: Sayid Hamzah, S.H dari Kp. Karawang Central Sukabumi Jawa Barat.
Kesan: Selama mengikuti perkuliahan bersama Buya Prof. Hamdan Firmansyah, saya merasakan suasana belajar yang hangat namun penuh makna. Buya tidak hanya mengajarkan materi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang membuat kami lebih bijak dalam berpikir dan bertindak. Cara Buya menyampaikan materi selalu jelas, terstruktur, dan disertai contoh nyata yang memudahkan pemahaman.
Pesan: Terima kasih Buya Prof. Hamdan Firmansyah atas dedikasi, kesabaran, dan ketulusan dalam membimbing kami. Semoga Buya selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan semangat untuk terus menginspirasi generasi berikutnya. Harapan saya, Buya tetap mempertahankan gaya mengajar yang penuh kehangatan dan motivasi, karena itu menjadi kekuatan yang membuat mahasiswa merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Nama: Anggi Aprinsl Sundhara, asal dari pajampangan tapi tempat tinggal di perumahan gading regency Sukabumi. Alhamdulillah, saya selama mengikuti perkuliahan bersama Buya Prof. Hamdan Firmansyah bisa menyesuaikan, terima kasih buya segala ilmu dan bimbingannya. Semoga nilai kami nanti tidak sekompleks soal-soal yang Buya berikan. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Posting Komentar